» » » » » GELAR HUT KE-22 RSUD BITUNG, LUMINGKEWAS KELUHKAN 2 HAL

GELAR HUT KE-22 RSUD BITUNG, LUMINGKEWAS KELUHKAN 2 HAL

Penulis By on Sabtu, September 30, 2017 |




METRO BITUNG- Ada 2 hambatan pokok yaitu pertama pada saat pemerintahan yang baru 2014 ada terjadi perubahan kebijakan kesehatan di tingkat pusat bahwa dalam Renstra (Rencana strategis) kementrian kesehatan Road Map pembangunan Rumah sakit itu ditujukan kepada Rumah sakit rujukan skaligus dengan penunjukan rumah sakit rujukan yaitu rumah sakit rujukan nasional.


Ada 14 rumah sakit rujukan se-Indonesia di sulawesi utara (sulut) dapat 1 yaitu RSUP Prof. DR. Kandou. Kemudian sesuai perdirjen ada 20 rumah sakit rujukan provinsi  dan di sulut belum ada rumah sakit rujukan provinsi.

Rumah sakit rujukan regional ada 110 rumah sakit seluruh Indonesia dan di sulut mendapat 4 jata rumah sakit di bagi dalam 4 kategori wilayah dan RSUD Bitung berada di wilayah area yang ke 2.

Dan sayangnya wilayah yang ke 2 itu yang mendapat bagian yaitu RSUD Walanda Maramis sehingga dari 4 Rumah sakit rujukan ini yang mendapat itu mereka, mesikipun berdasarkan permendagri itu sangat tidak memenuhi syarat tetapi sudah menjadi perdirjen sudah keluar pergub tahun 2014 di ikuti oleh perdirjen tahun 2014 sehingga  RSUD Bitung tidak masuk dala road map pemerintah pusat, sehingga tidak mengherankan laporan kepada asisten dan kepala dinas RSUD Bitung mendapat anggaran TP  terakhir tahun 2013, sehingga saat ini sesuai kriteria tipe C bahwa peralatan yang harus disiapkan ada ratusan banyaknya dan RSUD Bitung belum sampai 1/4 yang disiapkan. Dari antara 1/4 itu tidak ada peremajaan, banyak alat diantaranya sudah rusak.

Secara permenkes SDM rumah sakit kita sudah bisa ditingkatkan dari tipe C menjadi tipe B tetapi sarana prasarana sangat-sangat tidak memungkinkan karena dari rumah sakit tipe C ke tipe B tidak memenuhi syarat.

Ini saja yang menjadi masukaan kami kepada pemerintah Kota Bitung kiranya ada upaya dari pemerintah untuk penambahan dana dari pusat. Contoh saja pada saat penyusunan Rakontek Dak 2018 kami mendapat meja tersendiri, Rumah sakit rujukan meja tersendiri dari situ saja sudah bisa dilihat bahwa memang RSUD Bitung di Anak tirihkan hanya 110 di Indonesia yang di Anak emaskan di harapkan mudah-mudahan ada upaya yang maksimal dari pemerintah  untuk memajukan pelayanan RSUD Bitung.

Dan yang ke 2 yaitu RSUD Bitung tidak pernah ada penerimaan ASN karena 2 kali penerimaan secara jalur khusus tapi di syaratkan di puskesmas  terpencil dan yang menjadi ASN ada 9 orang yang berasal dari THL kami dan tidak bisa ditempatkan di RSUD Bitung. Komposisi saat dokter umum di IGD ada 4 ASN dan 2 THL totalnya 6 orang yang harus kerja 24 jam, hari libur, hari minggu harus kerja, ini suatu komposisi yang tidak memenuhi syarat, seharusnya ada 15 dokter umum. Namun saat ini ada 9 dokter umum, tapi dalam status magang tanpa dibayar. Dalam hal ini kami bermohon kepada pihak pemerintah kalo bisa SK mereka ini dipercepat  mengingat sudah banyak tawaran dari rumah sakit lain dengan jaminan yang lebih besar, takutnya ke 9 dokter magang ini pindah.

Hal ini yang di sampaikan Direktur RSUD Kota Bitung Dr. Pitter Lumingkewas pada saat sambutan dalam rangka Perayaan HUT ke-22 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manembo-Nembo yang digelar di halaman parkir RSUD, jumat (29/9/2017) pukul 8:00 Pagi tadi.


Menanggapi keluhan yang dikatakan Direktur RSUD Bitung dr. Pitter Lumingkewas. Asisten 1 Kota Bitung Octavianus Tumundo menjelaskan bahwa memang benar Rumah sakit ini besar dan bagus, yang jadi lucu kita warga bitung di rujukkan ke RS Walanda Maramis di Minahasa Utara (Minut).

" ini terbalik, seharusnya mereka yang di rujukkan ke bitung, tapi apa mau dikata mereka yang di fasilitasi dalam hal ini, saya juga bincang-bincang dengan kadis kesehatan bapak frangky soriton bahwa dulunya kadis kesehatan provinsi itu orang minut jadi di atur sebagai rumah sakit rujukan di minut, dalam hal ini kita jangan patah semangat karena kami akan berjuang, kita semua berdoa rumah sakit ini akan lebih maju," Kata Tumundo.


Kegiatan hari ulang tahun dirangkaikan dengan penerimaan hadiah untuk pemenang lomba antar bangian atau devisi masing-masing yang ada di RSUD Mulai dari, Lomba Motor lambat, Lomba Dance Cuci Tangan, Lomba Makan Kerupuk, Lomba Make Up, Lomba Kebersamaan Lipat Karung, serta Lomba isi Paku dalam botol, yang di selenggarakan oleh panitia HUT RSUD Bitung.


Turut hadir, Asisten 1 Kota Bitung Octavianus Tumundo, Kadis Kesehatan Kota Bitung Franky Soriton, Kabag Kesra Martji Leong, Anggota Dewan Fraksi PDIP Rafika Papente, ASN, THL, Pensiunan RSUD Bitung.

(Ivan)


Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya