» » » » Sekolah GUPPI Bitung ditutup. Kuasa Hukum Pantow : Ahli Waris Jangan Semena menah Lakukan Penyegelan

Sekolah GUPPI Bitung ditutup. Kuasa Hukum Pantow : Ahli Waris Jangan Semena menah Lakukan Penyegelan

Penulis By on Rabu, November 22, 2017 |


METRO BITUNG- Segudang prestasi di raih oleh SD dan SMP GUPPI Kelurahan bitung barat I Kota Bitung salah satunya dalam cabang olah raga karate pada tahun 2016 lalu yang meraih juara 1 dan pada tahun 2017 ini juga bisa meraih juara 2 dalam kegiatan O2SN tingkat SMP Kota Bitung. Sayangnya, kini hanya tinggal kenangan, pasalnya Sekolah yang telah melatih dan mendidik siswa-siswi jempolan tersebut harus kehilangan bangunan sekolah mereka.

Pantauan wartawan Metromanado.com, Puluhan anak sekolah SD dan SMP Guppi 1 Bitung, didampingi orang tua keluar dari halaman sekolah dan menduduki halaman Kantor Pengadilan Negeri / Perikanan Klas IB Bitung. Selasa (21/11/2017)

Dengan memakai seragam sekolah merah putih dan sambil memegang atribut, mereka rela duduk melantai didepan pintu masuk gedung PN. Terkait permasalahan penyegelan sekolah yang disegel oleh ahli waris.


Disisi lain, Kuasa Hukum Refly Pantow SH, saat diwawancarai beberapa media Selasa, di Pengadilan Negeri Bitung mengatakan, pihak ahli waris tidak bisa semenah-menah melakukan penyegelan sekolah karena ahli waris sebelumnya perna membuat suatu kesepakan dengan pihak yayasan.

"Awalnya ahli waris dalam hal ini pihak pertama, pernah membuat kesepakatan dengan yayasan untuk menjual lahan yang didirikan sekolah tersebut, dengan harga 100 juta dan pihak yayasan baru memberikan 10 juta dengan catatan jika lunas nanti baru di terbikan sartifikatnya," pungkas Refli.

Namun, ahli waris enta kenapa, beber Refly, menjual lahan tersebut kepada pihak ketiga tanpa sepengetahuan yayasan sekolah, atas dasar itulah pihak ketiga menyegel sekolah.

"Pihak Bandan Pertanahan Nasional (BPN) tidak bisa serta merta mengeluarkan sartifikat tanpa melakukan proses, karena pembutan sartifikat ada tahapan yaitu harus berkordinasi dengan kelurahan terkait dengan penerbitan sartifikat yang sedang ditempati dua sekolah," tutup Refly
Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya