» » » » Lomba Dalam Rangka Yubelium, Ribuan Anak-anak Sekami dan OMK Padati Paroki Lembean

Lomba Dalam Rangka Yubelium, Ribuan Anak-anak Sekami dan OMK Padati Paroki Lembean

Penulis By on Jumat, Juni 15, 2018 |

Fabian Kalo bersama Anak-anak Sekami Paroki Maria Ratu Para Rasul  Manembo-nembo. Foto : Ivan

METRO BITUNG-Dengan Tema "Betapa mulia namamu ya Tuhan di seluruh Bumi", Panitia Perayaan 150 Tahun masuknya Gereja Katolik di Keuskupan Manado, Paroki Santo Paulus Lembean menggelar berbagai lomba dihadiri oleh ribuan umat Katolik tingkat kevikepan tonsea terdiri dari 8 Paroki yaitu Paroki Laikit, Paroki Kokole, Paroki Manembo-nembo, Paroki Girian, Paroki Bitung, Paroki Watutumou, Paroki Airmadidi, Paroki Lembean, Jumat (15/06/2018).

Ketua Panitia Fabian Kalo, SIP, MSI, ketika dijumpai Media ini mengatakan, Hari ini kita mengadakan lomba walaupun sebelumnya dan setelah ini masi ada kegiatan-kegiatan lainya yang akan diperlombakan, kegiatan diadakan dalam rangka perayaan memperingatan 150 Tahun atau Yobelium  Gereja Katolik hadir lagi tumbuh dan berkembang di Keuskupan manado di tanah minahasa Sulawesi Utara (Sulut).

Ketua Panitia Fabian Kalo saat memberikan hadiah kepada salah satu peserta lomba gerak dan lagu yang berhasil menjawab pertanyaan. Foto: Ivan

"Kegiatan ini menghadirkan semua umat namun difokuskan kepada anak-nak Misioner (Sekami) dan Orang Muda Katolik (OMK) dalam kegiatan lomba, berupa lomba kor antar Paroki, cerdas cermat sejarah katolik tingkat sekami remaja dan OMK, tari tumetenden, gerak dan lagu, Lomba pidato bahasa tonsea, Lomba pendaraza Mazmur," Jelas Pria yang akrab dipanggil Ebi atau biasa memakai inisial populer FK, mantan pejabat pemerintah kota (pemkot) Bitung yang juga ketua 2 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejani (LP3) Katolik Daerah (KD) Kota Bitung.

Menurut FK, tujuan kegiatan ini untuk mengembangakan minat bakat terhadap Anak-anak serta membangun kebersamaan dengan umat, membangun persaudaraan diantara sesama umat tapi juga dengan umat yang lain," 100% kita Katolik 100% Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), di daerah kita terdapat beberapa jenis agama yang berbeda harus kita bisa hidup bersama dengan rukun dan damai selalu, bisa bersatu, saling menghargai, saling membantu dan saling mengasihi serta memperkaya dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dan keimanan masing-masing. Perbedaan tidak perlu dipertentangkan, tetapi dilihat dan dijadikan sebagai pembanding, pendorong, bahkan penguat dan pemurni apa yang dimiliki,"Tutup FK.

Kegiatan berlangsung sangat meriah dibuka dengan Misa pukul 8:00 Wita dan akan ditutup pada esok hari dengan Novena tingkat Kevikepan sekaligus Penerimaan Salib dan Obor Yubelium di Paroki Lembean.

Penulis : Ivan




Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya