» » » » Bawaslu Bitung Gandeng Wartawan Awasi Pileg dan Pemilu 2019

Bawaslu Bitung Gandeng Wartawan Awasi Pileg dan Pemilu 2019

Penulis By on Rabu, Desember 12, 2018 |

Ketua Bawaslu Kota Bitung Debby Londok, Zulfikly Densi dan Josef Sammy Rumamby dengan menghadirkan narasumber Patria Pombengi. Foto Ivan

METRO BITUNG-Dalam upaya membuat sistem yang ketat dalam pengawasan pemilihan umum (pemilu), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggandeng media massa dan online untuk membantu pengoptimalan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Dalam hal ini, media massa serta online diharapkan dapat menjadi instrumen yang menjembatani komunikasi antar-stake-holder dalam pemilu. Kegiatan dibuka dengan doa oleh wartawan Kawanua post biro Bitung, Ferry Bolung. Rabu (12/12/2018) pukul 15:30 Wita.


Rapat dalam kantor tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Bitung Debby Londok, Zulfikly Densi dan Josef Sammy Rumamby dengan menghadirkan narasumber Patria Pombengi, Pemimpin Redaksi media dari www.beritakawanua.com kegiatan dihadiri oleh, sedkitnya 21 wartawan dari 21 media massa dan online.


Dalam kesempatan itu Divisi Hukum, Penindakan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (HPPS), bawaslu Bitung, Zulkifly Densi menjelaskan, Ada beberapa metode kampanye, ada dua hal belum dapat dilakukan.," meskipun kampanye sudah dimulai ada dua hal yang belum dapat dilakukan, rapat umum dan iklan kampanye melalui media massa. Dua metode belum bisa dilakukan peserta pemilu," kata dia.

Kegiatan dibuka dengan Doa oleh wartawan Kawanua Post Ferry Bolung

Sementara itu Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga (PHH) bawaslu Bitung, Sammy Joseph Rumamby menjelaskan, Berdasarkan Pasal 275 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, bentuk metode kampanye yang sah, yaitu Pertemuan Terbatas, Pertemuan Tatap Muka, Penyebaran Bahan Kampanye, Pemasangan Alat Peraga Kampanye.

Ada juga kampanye di media sosial, iklan media cetak, media elektronik dan media jalan jaringan, rapat umum, debat pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden dan kegiatan lainnya yang tidak melanggar.

"Untuk mencapai tujuan ini, Bawaslu telah melakukan beberapa langkah, di antaranya melakukan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan terkait peraturan perundang-undangan pemilu yang mengatur tentang pelaksanaan pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) calon peserta pemilu, menyampaikan peringatan kepada KPU, parpol, dan pemerintah agar tidak melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang ada, serta menyampaikan laporan kepada KPU apabila terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pemilu.


Senada disampaikan Ketua Bawaslu Kota Bitung Debby Londok. Dikatakan Debby bahwa, Bawaslu sangat membutuhkan kerjasama dengan pers dalam rangka pengawasan. “Sinergitas antara Bawaslu dan media sangat dibutuhkan, apalagi terkait pengawasan pelaksanaan Pemilu,” ungkap Londok.


Lain halnya dengan Patria Pombengi, menjelaskan tugas media dalam pelaksanaan Pemilu 2019. Bahwa media bisa menjadi informan untuk melaporkan adanya penyimpangan proses pelaksanaan pemilu. “Terkait peran media harus tahu menerima iklan yang ada hubungannya dengan pelaksanaan Pemilu yaitu hanya dibatasi 21 hari sebelum hari H yaitu 23 Maret sampai dengan 13 April 2019 waktu pemasangan iklan oleh setiap caleg di media,” ujar Pombengi. (Ivan)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya