» » » Gadis Bitung Diperkosa Ayah Kandung Selama 3 Tahun

Gadis Bitung Diperkosa Ayah Kandung Selama 3 Tahun

Penulis By on Rabu, Desember 19, 2018 |


METRO BITUNG-Hendra (39) Warga Kelurahan Kakenturan Dua Kecamatan Maesa Kota Bitung. Tega mencabuli D (14), yang tak lain anak kandungnya sendiri. Ayah berkelakuan bejat tersebut mengaku sudah sering kali mencabuli putrinya.

Pria berbadan besar ini mulai mencabuli anaknya sejak sejak Tahun 2014 pada saat korban masih duduk di kelas 6 SD. Hingga akhir November 2018,"Saya pengin (ingin)," jawab Hendra singkat ketika ditanya polisi kenapa tega mencabuli anak kandungnya sendiri saat rilis kasus itu, di Polsek Maesa. Rabu (19/12/2018). Pagi tadi pukul 10:00.

Saat dibuat Berita Acara Penyidik (BAP) terlihat santai menjawab pertanyaan yang dilontarkan polisi. Raut wajahnya seperti tidak ada penyesalan telah mencabuli anak kandungnya.

Menurut Kapolsek Maesa Kompol Moh Kamidin, saat di buat Beriata Acara Penyidik tersangka menjelaskan kronologinya bahwa, pelaku mencabuli korban dengan cara menarik kaki korban sampai terjatuh di tempat tidur kemudian pelaku melepaskan baju dan celana serta celana dalam korban, kemudian pelaku melepaskan celana dan mencoba memasukkan kemaluan pelaku ke dalam kemaluan korban, namun kemaluannya tidak bisa masuk, smpai pelaku mengeluarkan sperma di perut korban, dan percobaan tersebut terjadi sebanyak 4 (empat) kali selama korban masih SD namun tidak pernah masuk ke kemaluan korban, ketika korban duduk di bangku kelas 1 SMP pelaku kembali mencabuli korban sampai kemaluan pelaku masuk ke dalam kemaluan korban, dan peristiwa pencabulan tersebut terjadi berulang kali sampai akhir Bulan November 2018. Selama perbuatan pencabulan tersebut dilakukan pelaku selalu mengancam korban agar tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang lain dan pernah juga korban memberikan uang senilai Rp 50.000 (Lima puluh ribu rupiah) kepada korban setelah mencabuli korban.

"Tersangka saat ini sudah kami amankan, guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka kami jerat dengan Pasal 81 uu perlindungan anak ancaman 15 tahun," tutup Kamidin. (Ivan)

Baca Juga Bertia Metro Terkait Lainnya